Apa itu pseudocode?

Entah kenapa saya harus menuliskan ulang lagi dan memplejari hal mendasar ini karena pada beberapa saat lalu saya disuguhkan sebuah soal dengan membuat suatu pseudocode dari permasalahan yang ada. Jujur saya rada kewalahan menjawabnya karena lupa dan memang hampir tidak pernah menyentuh yang namanya pseudocode. Dulunya langsung sikat habis saja dengan membuat kode programnya dengan membabi buta, kompile, dan eksekusi, ibaratnya try and error. Memang rada sadis sih dan terlalu naif jika ditanyakan hal-hal seperti ini, pseudocode biasanya diajarkan pada awal belajar bahasa pemrograman yaitu di pelajaran algoritma dan pemrograman. Sepertinya saya salah dasar dulunya, terlalu banyak mengabaikan teori.

Sebagai pengingat kembali mengenai pseudocode, saya coba membaca beberapa referensi di Internet dan ini sangat bagus menurut saya, siapa tahu ini bermanfaat juga bagi siapa saja yang kebetulan lewat dan membaca tulisan ini. Tulisan ini saya coba tulis kembali disini sebagai referensi pribadi dan sebagai pengingat dan short cut bagi saya, sumbernya dari www.academia.edu, saya ambil secara utuh tanpa mengubahnya karena sudah dijabarkan secara singkat dan mudah untuk dipahami.

Pseudocode

• Outline dari sebuah program komputer
• Ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia sederhana
• Sintaks digunakan untuk menjelaskan perintah (misalnya: “jika”, “ulangi”, “sampai”,”if”,”repeat”, “until”)
• Sintaks dikelompokkan dalam 6 operasi dasar berikut ini :

Enam operasi dasar komputer:
1.Menerima data (Input)
2.Menampilkan data (Output)
3.Menghitung data (Compute)
4.Menyimpan data (Store)
5.Membandingkan data (Compare)
6.Melakukan pengulangan (Loop)

 Menerima data (Input)

Sewaktu komputer menerima data atau input, maka perintah yang biasa digunakan adalah “Read”, “Get”, atau “Baca” •
Contoh:
Read Bilangan Get kode_pajak Baca nama_mahasiswa

Menampilkan data (Output)

Sewaktu komputer menampilkan data ataupun output, maka perintah yang biasa digunakan adalah “Print”, “Write”, “Put”, “Output”, “Display” ataupun “Cetak”
Contoh:
Print “Universitas Bina Nusantara”
Cetak “Metode Perancangan Program”
Output Total

Menghitung data (Compute)

Untuk melakukan operasi aritmetika digunakan:
+ Untuk penjumlahan (add)
– Untuk pengurangan (subtract)
* Untuk perkalian (multiply)
/ Untuk pembagian (divide)
() Untuk kurung

Statement “Compute”, “Calculate” ataupun “Hitung” juga dapat digunakan.
Contoh:
Compute X = (1+2) * 3 Total = Total + 10

Menyimpan data (Store)

Ada tiga cara untuk menyimpan data :

  1. Memberikan nilai awal, menggunakan statement “Initialize” atau “Set”
  2. Memberikan nilai sebagai hasil dari suatu proses, maka tanda “=“ digunakan
  3. Untuk menyimpan suatu nilai maka statement “Save” atau “Store” digunakan

Contoh:

Membandingkan data (Compare)

Salah satu operasi terpenting yang dapat dilakukan komputer adalah membandingkan dan memilih salah satu alternatif solusi.
Perintah yang digunakan : “IF”, “THEN” dan “ELSE” (atau “JIKA”, “MAKA”, “SELAIN ITU”)
Contoh
IF Pilih=1 THEN
Discount = 0.1 * harga
ELSE
Discount = 0.2 * harga
ENDIF

Melakukan pengulangan (Loop)

Jika ada beberapa perintah yang harus diulang, maka dapat digunakan perintah “DOWHILE” dan “ENDDO”.
Contoh
Bil = 0
DOWHILE bil < 10
cetak bil
bil = bil +1
ENDDO

Contoh 1

Buatlah algoritma menggunakan pseudocode untuk menghitung luas persegi panjang, dengan rumus :
Luas = Panjang * Lebar, dimana panjang = 5 dan lebar = 3

Jawaban 1

Pseudocode
Mulai
Cetak “Hitung Luas Persegi Panjang”
Panjang = 5 Lebar = 3
Cetak “Luas Persegi Panjang = ”
Luas = Panjang * Lebar Cetak Luas
Selesai

Demikian kira-kira penjelasan yang diberikan dalam beberapa slide presentasi, terimakasih buat mereka yang sudah membuatkannya.