Empat nasehat Pak TB

Minggu 28 April 2013 beberapa hari yang lalu, suatu hal yang tidak perlu disesali untuk dihadiri. Awalnya masih ragu-ragu untuk ikut karena sudah bisa membayangkan bagaimana acaranya nanti. Namun karena banyak godaan berupa ajakan dan berpikir ulang lagi mengapa tidak  ikut saja, toh tidak terlalu ada hal yang sangat deadline untuk dilakukan.

Cerita jalan cerita, setelah sebelumnya terlalu cepat datang ke acara bersama gerombolan dari puncak, akhirnya untuk mengisi waktu yang kosong dan perut yang kosong serta cuaca Jakarta yang begitu terik apalagi saat itu adalah siang, akhirnya mencari tempat yang bisa dijadikan untukg melepas semuanya itu, Dapur Indonesia. Beberapa jam duduk manis disana sampai menunjukkan batas waktu pergi ke acara semula. Santai aja dan cuek,  serasa tempat sendiri padahal makanan sudah habis beberapa jam sebelumnya.

Singkatnya, acarapun tiba dan sepertinya tidak seperti pemikiran sebelumnya. Tempat dan format acaranya asik, tidak seperti format acara yang diikuti sebelumnya, yang kesannya formal.

Saya menikmati acaranya dengan sesi sharing dari berbagai jenis pekerjaan daripada senior-senior yang ada. Kolaborasi dari berbagai bidang pekerjaan dan tingkatan umur bisa saya temukan pada tempat ini. Mendengarkan berbagai pemikiran dari setiap pembicara dan sangat asyik untuk diolah otak ini yang membuat pemikiran lebih terbuka lagi. Kisah sukses, kisah kegagalan dan berbagai macam.

Tibalah hal yang ditunggu, yaitu Pak TB untuk memberikan buah pemikirannya. Beliau dengan begitu khas dengan gayanya memberikan wejangan dan nasehat kepada semua yang hadir. Meskipun sudah menginjak umur 75 tahun, beliau masih begitu fit.

Ada empat nasehat yang menjadi inti dari yang beliau utarakan, yaitu:
– kesatria
– kesetiaan
– brotherhood: no one forgotten, no one left behind
– pursuit of glory

Terimakasih pak TB buat nasehatnya dan segala wejangannya serta segala hal yang kamu lakukan selama ini untuk banyak orang, khususnya dalam dunia pendidikan. Selamat ulang tahun yang ke – 75 dan semoga sehat selalu. Acara tersebut adalah acara untuk merayakan ulang tahun Pak TB yang ke 75 dan berhasil memberikan kejutan alias suprise bagi beliau.

Inti yang bisa saya petik untuk hari tersebut adalah  jangan menjauh dari masalah, lebih baik menghadapinya. Sukses itu prosesnya sangat panjang dan tidak ada yang instan, untuk mencapainya harus tetap berusaha dan bekerja keras karena momentum untuk sukses itu pasti akan datang. Tinggal dari kita sendiri, apakah sudah siap menerima momentum itu.

a note in train from Cikini to UI. 300520131958.