Long march

Link... on the 18th day of January, 2013

Pagi ini, 18 Jan 2013 saya coba untuk berangkat ke kantor seperti biasanya pasca banjir yang melanda hampir semua wilayah Jakarta dihari sebelumnya yang mengakibatkan semuanya lumpuh total. Sebenarnya masih agak ragu, karena dimalam harinya masih turun hujan deras di wilayah Jabodetabek dan begitu juga dipagi hari ketika akan berjalan menyusuri perjalanan. Hari mendung, diiringi gerimis tipis yang berjatuhan.

Kereta yang merupakan moda utama dan tercepat yang biasa saya pakai untuk berangkat melakukan aktivitas ke tengah Ibukota juga masih mengalami masalah pasca meluapnya tanggul penahan yang berada di daerah Rasuna Said – Menteng. Perjalanan kereta dari daerah Bogor dan Depok hanya sampai Manggarai. Suasana stasiun pemberangkatan tidak seperti hari kemarin, dimana semua orang bertumpuk dan bingung akan melakukan apa, semuanya seperti kacau balau, pergi berangkat kerja atau tidak, semua serba tanggung dan mengakibatkan dilema. Banyak yang tidak tahu dan sudah kepalang akan berangkat kerja bahwa terjadi banjir dan genangan besar yang melanda hampir semua daerah Jakarta. Ada yang langsung balik pulang ke rumah karena ada pemberitahuan dari kantor mereka bahwa bisa tidak masuk dan ada yang menyarankan tidak masuk. Tidak banyak juga yang memaksakan diri untuk tetap berangkat dengan rela antri menunggu kereta berlama-lama dan berhimpit-himpitan yang belum tentu sampai pada tujuan.

Ok berbicara hari ini, kereta lumayan tidak padat seperti biasanya, mungkin banyak yang tidak masuk kantor karena diliburkan oleh kantor karena mungkin daerah mereka masih kebanjiran, seperti di daerah Sudirman dan juga Thamrin yang merupakan salah satu pusat bisnis dan perkantoran di Ibukota ini. Sesampai di Manggarai, stasiun ini seperti lautan manusia karena banyaknya manusia dari berbagai daerah dari luar Jakarta yang turun disana. Mereka sepertinya banyak yang duduk dan menunggu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya setelah turun dari kereta ke tempat tujuannya masing-masing. Kereta ke arah Tanah Abang dan Jakarta Kota tidak bisa berjalan karena banjir. Busway yang juga transportasi alternatif tidak berjalan sama sekali untuk hari ini. Sehingga mau tak mau, banyak penumpang yang melakukan terobosan baru.

Long march menyusuri jalur rel kereta, itulah alternatif banyak orang yang ada. Jalur kereta dari Manggarai ke arah Jakarta kota tiba-tiba saja seperti lautan manusia yang berjalan bergerombolan dan ramai-ramai. Aksi tersebut sepertinya otomatis terjadi begitu saja tanpa ada yang mengkoordinasikan. Yah… berjalan menyusuri rel kereta itu sungguh tidak mengenakkan. Jalaur kereta yang penuh kerikil dan batuan sungguh tidak mengenakkan untuk pejalan kaki. Namun, banyak dari pejalan kaki yang ada memanfaatkan ini sebagai ajang foto-foto juga. Banyak dari mereka mengatakan, “tidak apalah sekali-sekali berjalan kaki menyusuri rel kereta, biar ada yang kita ceritakan nanti. Kita pernah melakukannya.”

Semua dilalui begitu saja, semua berjalan dengan pemikiran masing-masing. Gerimis tipis juga datang menghadang, pejalan kaki ibaratnya menjadi seperti pasukan payung bagi mereka yang membawa, bagi yang tidak tetap harus berjalan. Meskipun ada rel kereta otomotif yang ke Jawa lewat, para pejalan kaki ibaratnya tidak peduli lagi, bahkan ada beberapa berusah menghentikan kereta agar mereka bisa naik ke arah Gambir. Kereta hanya melambat saja tanpa berhenti, bagi mereka yang berani langsung bergelantungan diantara pintu-pintu masuk yang ada pegangan dan pijakannya.

Sesampai di stasiun tujuan saya, stasiun ini seperti stasiun mati, tidak ada aktifitas dan sepi. Para tukang ojek dan para pedagang juga demikian. Banjir tersebut berdampak juga pada daerah yang tidak banjir. Menunggu angkot sebentar dan kopaja AC 20 kebetulan lewat. Lumayan mendinginkan keringat. Sampai dijalanan arah kantor, kelihatan lumpur-lumpur sisa-sisa banjir dan bekas ban terbakar. Ternyata memang pagi itu ada mobil polisi katanya yang terbakar. Sampai di kantor, jumpa kawan dan mengatakan, ini ada email “Kantor masih diliburkan karena banjir”. :D

Semoga banjir Jakarta cepat surut dan semua permasalahan cepat teratasi dan bisa kembali seperti biasanya.