Sebuah cerita sebuah kisah

Kringg….kring… bunyi hp yang  membangunkan saya dari tidur yang lagi asik-asiknya di alam tidur. Tanpa berpikir panjang dengan setengah sadar saya meraih hp tersebut dikelapan karena saya tahu itu adalah sebuah telepon dan bukan sebuah sms atau wa.

Saya coba membuka mata untuk melihat siapa penelepon, apakah orang yang lagi iseng atau sebuah telepon yang sangat penting karena pada saat itu saya melihat jam di hp masih menunjukkan sekitaran 03.30 pagi. Saya lihat penelepon adalah orang yang satu harian berinteraksi dengan saya dan pagi harinya masih sempat menemuinya untuk memberikan sesuatu dari titipan yang diberikan pada saya.

“Halo…”, saya coba memulai pembicaran dengan suara yang masih parau karena baru bangun. Dengan lembut dan suara yang tidak asing ditelinga saya menyapa dan membalas sapaan saya. Dengan sedikit basa-basi dari dia, saya coba langsung ke poinnya mengapa dia menelepon pada jam tersebut, subuh hari karena dari sebelum-sebelumnya lewat sms aja.

Saya terlalu penasaran dan sangat kaget dan ada rasa penyesalan mendengar cerita yang diutarakannya. Saya tidak tahu bagaimana perasaannya saat itu, pasti sangat campur aduk ditambah dia baru melalui perjalanan panjang. Saya tidak tahu pada saat bertelepon tersebut apakah dia sedang menangis atau tidak, namun dari suaranya menyayat hati.

Akhirnya setelah panjang lebar cerita, masalahnya adalah bahwa si penelepon kehilangan semua uang pemberian dari komunitas dan hadiah yang dia dapatkan saat itu. Kehilangannya adalah dari tas bagasi pesawat maskapi penerbangan yang mananya menyerupai nama hewan di hutan yang karnivora.

Sumpah serapahlah buat orang-orang yang mengambil uang tersebut, saya tahu itu pasti mereka-mereka yang mengurusi bagasi, yang memasukkan barang tersebut ke bagasi. Tetapi anehnya, darimana mereka tahu bahwa suatu tas itu berisi uang atau tidak didalamnya. Mereka juga sangat rapi melakukan tindakannya, bisa membongkar kunci dan gembok tanpa harus merusaknya. Saya rasa ini adalah komplotan dan ada orang dalam yang terlibat, khususnya untuk mengetahui isi tas.

Kejadian seperti ini merupakan suatu hal yang baru lagi, ini hanya secuil cerita dari banyak kasus serupa yang tetap saja terjadi. Namun, mengapa maskapi belum melakukan tindakan dan kurangnya pengawasan dan kontrol.

Yang sangat saya sesalkan dari kejadian ini adalah mengapa harus pada si penelepon ini. Uang tersebut adalah sumbangan orang-orang baik yang ikhlas memberikan bantuan dan juga uang dari prestasinya. Sepeserpun tidak akan pernah dia cicipi, padahal orang-orang yang telah memberikannya juga sudah berharap bisa menyenangkan dan membantu meringankan bebannya. 

I just want to call the caller to ask the situation, may be in near of time. I still don’t have a right time.

Argghhh….!!!!

“a story after my first hiking”