Tidurlah secukupnya

Tidur merupakan kebutuhan utama manusia. Tiada hari tanpa tidur. Secara teori dibuku-buku disebutkan bahwa kita harus tidur minimal 6 jam dalam sehari. Kalau dihitung-hitung secara waktu, 1 hari 24 jam, siang atau malam 12 jam. Berarti bisa dikatakan hampir seperempat hidup manusia dalam satu hari itu digunakan untuk tidur saja. Itu masih perhitungan yang hanya untuk 6 jam saja dimalam hari dan belum termasuk tidur di siang hari. Kalau mau hitung-hitungan seberapa banyak tidurmu, cobalah hitung-hitung sendiri. Apakah mencapai setengah hari hanya untuk tidur? Saya harap tidak, karena itu tidak baik secara kesehatan dan ekonomi menurut saya sendiri.

Balik ke topik yang utarakan diawal, yaitu tidurlah secukupnya. Hal ini sudah saya terapkan beberapa kali yaitu, tidur berlebihan dan berkekurangan. Berkekurangan ini bisa saja banyak maknanya menurut orang, ada yang mengatakan sejam dua jam saja sudah cukup untuk tidur terutama mereka yang suka begadang di malam hari dan hobby nonton bola. Kehidupan kalong, dan ini tidak sesuai dengan lagu bang Roma Irama “begadang jangan begadang” yang kemudian dilanjutkan dengan “terlalu”.

Hari libur merupakan waktu yang sangat tepat untuk tidur panjang kalau tidak ada gangguan. Pernah saya coba untuk berhibernasi, tetapi apa hasilnya? Banyak mimpi khususnya mimpi buruk, penyakit karena harus menahan-nahan kencing dan rasa lapar, dan waktu yang terbuang sia-sia contohnya bisa digunakan bersih-bersih dan hal-hal berguna sesuai kemauan.

Jika kurang tidur juga demikian, kita memaksakan diri untuk tidak tidur. Energi dalam tubuh pun akan terkuras, hasilnya apa? Ngantuk di siang hari, mau tidur?? Ga bolehlah ini kan jam kerja atau jam sekolah.

Dan pilihan terbaik adalah tidur secukupnya, tidak berlebih dan tidak berkekurangan. Karena jika berlebih dan berkurangan hasilnya adalah bawaan malas dan ingin tidur terus. Mari kita tirulah pedagang di pasar yang tidur tidak terlalu cepat dan bangun cepat di pagi hari yang secara waktu atau jam biologis tubuh sesuai dengan prosesnya. Coba cek lagi jam-jam biologis anggota tubuh kita. Jadi tidak salah lagi nasehat-nasehat orang tua jaman dulu, bangunlah cepat, rejeki itu ada di pagi hari. Padahal pagi hari adalah waktu yang sangat tepat untuk tidur-tiduran ala golek-golekan.

*sebuah tulisan dalam kereta yang nyeleneh, 04/03/13, 20.08