Trip abroad

Beberapa saat lalu ketika ada libur terjepit dan kita manfaatkan untuk long weekend dengan mengambil cuti dihari kejepit tersebut. Liburan kali ini memang sudah terencana beberapa bulan sebelumnya yang dimulai dengan obrolan kedai kopi dan sampai pada agenda liburan karena sempat membahas banyak libur terjepit dibulan-bulan mendatang, tidak seperti tahun sebelumnya, ada libur kejepit tetapi dipanjangkan oleh pemerintah. Bahas membahas dan terjadilah obrolan mendalam dan akhirnya diputuskan untuk mencoba liburan bersama ke luar negeri. Alasannya singkat saja, biar pernah dan ada cap di passpor biar tidak sia-sia diurus.

Singkat cerita, keputusannya adalah Kuala Lumpur dan Singapura karena itu yang paling dekat serta kebetulan pada saat itu ada tiket promo. Biar tidak hanya omongan kedai kopi yang tidak pernah terlaksana, saat itu juga dilakukan transaksi pembelian tiket sebagai tanda jadi. Demikianlah sebagian latar belakangnya.

Menjadi suatu kesan tersendiri memang jika bisa menjadi pelancong keluar negeri, selain liburan kita bisa melihat dan membandingkan budaya dan negara asing secara langsung. Kesan pertama ketika sampai disana adalah negara tersebut sangat welcoming kepada para pendatang. Kita tidak perlu takut dan was-was karena semua moda tranaportasi disana sudah terintegrasi. Dari mulai turun pesawat sampai ke tempat penginapan tidak ada hal yang sulit yang bisa kita temui. Yang paling mengesankan saya lihat ketika ada dibandara tujuan adalah semuanya rapi dan tidak ada kesembrautan dan ada orang khusus yang sambil memegang tulisan ASK ME yang memudahkan dan membantu untuk tujuan perjalanan selanjutnya.

Secara singkatnya dari perjalanan beberapa hari di ibukota di kedua negara tersebut adalah mereka sudah lebih maju banyak langkah di depan baik dari secara kebersihan kota, infrastruktur khususnya transportasi dan kedisiplinan dalam hal ini kesadaran pribadi. Bisa dibilang jarang dan hampir tidak ada sampah kita temukan di jalan, orang dan pengendara secara sadar sendiri patuh pada rambu-rambu lalu lintas. MRT dan monorel bisa kita temukan disana yang di ibukota kita entah kenapa selalu saja hanya opini saja dan untung saat ini sudah dimulai pembangunannya (a good point dan semoga tidak terbengkalai lagi).

Tetapi secara keindahan alam, Indonesia masih yang terbaik dan semoga kita bisa tetap menjaganya dan tidak merusaknya. Sampai di Indonesia, keluar bandara sudah langsung sakit kepala dan welcome to the real life. I love Indonesia.